top of page

Akuntansi: Pengertian, Tujuan, dan Jenis-Jenisnya


Akutansi

Dalam dunia bisnis dan keuangan, penting bagi kita untuk memahami, mengelola, dan menyajikan informasi keuangan dengan cara yang akurat dan transparan. Itulah sebabnya, peran akuntansi menjadi sangat penting.


Akuntansi bukan sekadar sekumpulan angka dan laporan keuangan. Lebih dari itu, akuntansi adalah bahasa universal yang digunakan untuk menerjemahkan aktivitas bisnis menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan. Dari bisnis kecil hingga perusahaan multinasional, akuntansi menjadi fondasi yang tidak dapat digantikan dalam menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan sebuah entitas.


Artikel ini akan menjelaskan lebih dalam tentang akuntansi, yang tak hanya menjadi alat dalam perhitungan keuangan, tetapi juga fondasi dalam membangun keberlanjutan dan keberhasilan bisnis.


Pengertian Akuntansi

Menurut Kieso, Weygandt, dan Warfield (2016), akuntansi merupakan kegiatan ekonomi yang terdiri dari tiga aktivitas dasar yaitu mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari sebuah organisasi ke pengguna yang berkepentingan.

 

Akuntansi dimulai dengan mengidentifikasi peristiwa ekonomi organisasi. Ini mencakup mengetahui dan memahami berbagai transaksi keuangan, seperti membeli aset, menjual persediaan, atau melunasi utang. Seorang akuntan harus memahami setiap peristiwa secara menyeluruh karena informasi yang mereka peroleh akan digunakan sebagai dasar untuk tindakan berikutnya.


Setelah peristiwa ekonomi diidentifikasi, langkah berikutnya adalah pencatatan. Informasi tentang peristiwa akuntansi dicatat dengan cermat dalam catatan akuntansi seperti jurnal dan buku besar. Pencatatan ini harus dilakukan dengan akurat dan sistematis agar data yang dihasilkan dapat diandalkan oleh orang yang melakukan laporan keuangan.


Terakhir, data mengenai peristiwa ekonomi yang sudah diidentifikasi dan dicatat harus disampaikan kepada pihak-pihak yang memiliki kepentingan, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Pihak internal informasi akuntansi adalah para manajer yang merencanakan, mengorganisasikan, dan menjalankan perusahaan seperti manajer pemasaran, pengawas produksi, dan direktur keuangan. Sedangkan, pihak eksternal informasi akuntansi adalah orang-orang atau organisasi-organisasi di luar perusahaan yang menginginkan informasi keuangan perusahaan seperti investor dan kreditur. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang relevan dan bermanfaat bagi pihak-pihak tersebut saat membuat keputusan tentang aktivitas ekonomi perusahaan. Oleh karena itu, proses akuntansi tidak hanya bertanggung jawab untuk menyimpan data keuangan tetapi juga membantu berkomunikasi dengan baik dengan pihak-pihak yang terlibat.


Tujuan Akuntansi

Tujuan utama akuntansi adalah untuk mencatat, mengumpulkan, dan melaporkan informasi terkait keuangan, posisi keuangan, dan arus kas dalam sebuah bisnis. Namun, untuk memahami peran penting akuntansi dalam dunia bisnis, penting untuk mempelajari tujuan akuntansi secara umum, khusus, dan secara kualitatif.


  1. Tujuan Akuntansi secara Umum Secara umum, tujuan akuntansi adalah untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya keuangan dengan menyediakan pengguna laporan keuangan dengan informasi keuangan yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya. Informasi ini membantu pengguna memahami kondisi keuangan suatu perusahaan dan membuat keputusan yang tepat tentang perusahaan tersebut.

  2. Tujuan Akuntansi secara Khusus Tujuan akuntansi secara khusus berarti tujuan akuntansi berbeda-beda tergantung pada kebutuhan informasi keuangan setiap orang. Akuntansi dapat membantu manajer internal membuat keputusan strategis dan mengelola operasi sehari-hari. Bagi investor dan kreditur, akuntansi digunakan untuk menunjukkan kinerja keuangan perusahaan dan tingkat risiko yang terkait dengan investasi atau memberikan kredit kepadanya. Untuk pemerintah, akuntansi digunakan untuk memantau kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perpajakan dan regulasi lainnya.

  3. Tujuan Akuntansi secara Kualitatif Secara kualitatif, akuntansi juga mencakup hal-hal seperti integritas, objektivitas, dan keterbandingan informasi keuangan. Tujuan akuntansi secara kualitatif adalah untuk memastikan bahwa informasi keuangan yang disajikan dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi pengguna laporan keuangan. Informasi keuangan harus jujur, adil, dan dapat dipercaya, dan harus dapat dibandingkan dari waktu ke waktu dan antara entitas bisnis yang berbeda, sehingga pengguna dapat membuat keputusan yang lebih baik.


Manfaat Akuntansi

Akuntansi merupakan salah satu sumber data penting perusahaan yang menyediakan informasi keuangan untuk keperluan internal dan mencakup berbagai aspek keuangan, seperti arus kas, piutang, dan biaya produksi. Berikut adalah manfaat akuntansi yang penting dipahami.

  1. Sebagai Sumber Informasi dalam Suatu Perusahaan Akuntansi membantu dalam menyediakan informasi keuangan yang digunakan untuk keperluan internal, termasuk biaya-biaya yang mungkin tidak terduga, biaya produksi, biaya transportasi, serta arus kas dan piutang.

  2. Bahan Evaluasi Perusahaan Laporan akuntansi membantu dalam melihat dan mengevaluasi kelemahan yang mungkin ada dalam perusahaan, sehingga memungkinkan untuk menemukan solusi yang sesuai.

  3. Membantu dalam Pengambilan Keputusan Dengan informasi yang jelas dan tepat dari akuntansi, perusahaan dapat menilai situasi keuangan dan kemampuan saat itu, sehingga dapat menentukan langkah-langkah berikutnya, termasuk penambahan atau pengurangan produksi.

  4. Pengawasan terhadap Keuangan Perusahaan Dengan bantuan akuntansi, perusahaan dapat memastikan bahwa semua sumber informasi keuangan terawasi dengan baik, dan dapat mengontrol pengeluaran dari segala aspek, baik internal maupun eksternal.

  5. Mengendalikan Alokasi Pengeluaran Perusahaan Akuntansi bermanfaat dalam mengontrol pengeluaran perusahaan dari sisi internal maupun eksternal, sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan yang sesuai dengan kondisi keuangan.

  6. Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi dalam Penggunaan Dana Publik Akuntansi pemerintahan digunakan dalam entitas pemerintah untuk mengelola anggaran dan pengeluaran publik, memastikan bahwa kegiatan dilakukan secara akuntabel dan transparan sesuai dengan persyaratan hukum.

  7. Mencegah Masalah Hukum dan Memenuhi Persyaratan Pajak Akuntansi perpajakan berfokus pada pemenuhan kewajiban pajak perusahaan atau individu, serta membantu dalam perhitungan dan pelaporan pajak yang sesuai, menghindari masalah hukum dan memenuhi persyaratan pajak yang berlaku.


Jenis-Jenis Akuntansi

  1. Akuntansi Keuangan (General Accounting) Akuntansi keuangan merupakan jenis akuntansi yang sangat dikenal oleh masyarakat secara luas. Dalam jenis akuntansi ini, terjadi proses pencatatan dan penyusunan laporan keuangan selama satu periode tertentu. Laporan keuangan ini kemudian disiapkan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan, baik dari internal maupun eksternal suatu perusahaan. Dalam praktik akuntansi, terdapat suatu standar yang dikenal sebagai Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar ini telah diterima secara umum oleh para praktisi akuntansi, baik yang membuat laporan maupun yang membacanya. Karena itu, setiap laporan keuangan yang disusun harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam standar tersebut.

  2. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) Akuntansi biaya adalah sistem akuntansi yang berguna untuk mengelola aspek-aspek biaya dalam suatu perusahaan. Dengan menggunakan akuntansi ini, perusahaan dapat mengawasi dan merencanakan biaya-biaya operasional mereka. Dalam akuntansi biaya, terjadi analisis mengenai pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk menentukan harga jual produk atau jasa. Setelah itu, harga pokok tersebut akan ditambahkan dengan margin keuntungan yang diinginkan. Pendekatan ini membantu perusahaan dalam menetapkan harga jual yang sesuai dengan kondisi bisnis mereka.

  3. Akuntansi Perbankan Akuntansi perbankan merupakan jenis akuntansi yang menggunakan akun-akun khusus yang hanya digunakan dalam lingkungan perbankan. Meskipun memiliki perbedaan dengan akuntansi keuangan, namun prinsip yang sama berlaku dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan untuk pihak internal dan eksternal, khususnya yang terkait dengan sektor perbankan. Jenis akuntansi ini digunakan oleh institusi perbankan untuk mencatat transaksi keuangan dan operasi perbankan yang terjadi. Prosedur pencatatan transaksi ini dikenal dengan istilah rekening administratif, yang merupakan dasar dalam mengelola informasi keuangan di dalam sebuah bank.

  4. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) Akuntansi manajemen adalah bentuk akuntansi yang berfokus pada pengelolaan perusahaan. Dalam praktiknya, akuntansi ini menghasilkan dua jenis informasi: informasi kuantitatif dalam bentuk laporan keuangan, dan informasi kualitatif yang disajikan dalam bentuk laporan non-keuangan. Laporan keuangan dalam akuntansi manajemen bersifat rahasia dan terbatas aksesnya hanya untuk pihak manajemen. Setiap perhitungan yang dilakukan dalam akuntansi ini didasarkan pada kebutuhan manajemen dan mengikuti prinsip-prinsip sistem manajemen.

  5. Akuntansi Audit (Auditing) Akuntansi audit adalah bentuk akuntansi yang digunakan untuk melakukan audit atau pemeriksaan terhadap transaksi dan laporan keuangan. Selain melakukan pemeriksaan, akuntansi ini juga bertujuan memberikan penilaian atau opini tentang kecukupan dan keandalan laporan keuangan yang diperiksa. Agar hasil audit dapat dipercaya dan tidak bias, prosesnya harus dilakukan oleh pihak independen yang dapat memeriksa laporan keuangan dan bukti transaksi perusahaan secara menyeluruh dengan menggunakan prinsip-prinsip akuntansi audit.

  6. Akuntansi Pajak Akuntansi pajak merupakan bagian dari akuntansi yang fokus pada penghitungan dan penentuan jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh suatu perusahaan. Dalam akuntansi ini, laporan keuangang disusun khusus untuk menghitung berbagai kewajiban pajak, seperti pajak atas pendapatan yang terkena pajak atau PKP. informasi yang terdapat dalam laporan keuangan tersebut dapat membantu perusahaan dalam membuat keputusan strategis dan kebijakan terkait dengan pajak.

  7. Akuntansi Pemerintahan Akuntansi pemerintahan khusus menangani pencatatan, pelaporan, dan analisis data keuangan yang terkait dengan operasi pemerintah. Tujuan utamanya adalah memastikan transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam pengelolaan keuangan publik, termasuk pengelolaan anggaran, pemungutan dan pengeluaran pajak, dan penyiapan laporan keuangan yang tepat waktu dan akurat. Akuntansi pemerintahan juga berkaitan dengan penerapan standar akuntansi yang umum untuk sektor publik dan pengawasan dan evaluasi kinerja organisasi pemerintah.

  8. Akuntansi Syariah Pada dasarnya, akuntansi syariah memiliki kesamaan dengan akuntansi konvensional. Namun, terdapat beberapa perbedaan kunci. Akuntansi adalah proses pelaporan data keuangan yang digunakan oleh entitas yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah. Standar akuntansi keuangan syariah telah dirancang oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan disesuaikan dengan fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai pedoman untuk pengelolaan dan pelaporan keuangan.


14 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page