Mengenal Operating Leverage dan Financial Leverage: Cara Perusahaan Mengelola Risiko dan Keuntungan
- Anindhita Nugraha
- 25 Des 2025
- 3 menit membaca
Dalam dunia bisnis dan keuangan, perusahaan tidak hanya dituntut untuk menghasilkan keuntungan, tetapi juga harus pandai mengelola risiko. Salah satu konsep penting yang sering digunakan oleh manajemen, investor, maupun kreditur untuk menilai kinerja dan risiko perusahaan adalah leverage. Leverage membantu menunjukkan seberapa efektif perusahaan memanfaatkan biaya tetap dan dana pinjaman untuk meningkatkan laba. Artikel ini akan membahas dua jenis leverage yang paling umum, yaitu operating leverageĀ dan financial leverage, dengan penjelasan yang mudah dipahami dan contoh yang relevan.
Apa Itu Leverage dalam Bisnis?
Leverage secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan aset atau dana pinjaman untuk memperoleh tingkat pengembalian (return) yang lebih besar. Dengan menggunakan leverage, perusahaan berharap bisa meningkatkan keuntungan tanpa harus menambah modal sendiri terlalu banyak.
Namun, penggunaan leverage juga memiliki sisi risiko. Jika tidak dikelola dengan baik, leverage justru dapat memperbesar kerugian dan membebani kondisi keuangan perusahaan. Oleh karena itu, rasio leverage sering dijadikan bahan pertimbangan penting oleh investor dan kreditur sebelum menanamkan modal atau memberikan pinjaman.
Pengertian Operating Leverage
Operating leverage adalah konsep yang menunjukkan seberapa besar perusahaan bergantung pada biaya tetapĀ dalam kegiatan operasionalnya. Semakin besar porsi biaya tetap dibandingkan biaya variabel, maka semakin tinggi tingkat operating leverage perusahaan tersebut.
Operating leverage berkaitan erat dengan hubungan antara penjualan dan laba operasi (EBIT). Perusahaan dengan operating leverage tinggi akan merasakan dampak yang besar dari perubahan penjualan. Ketika penjualan meningkat, laba operasi bisa naik secara signifikan. Namun sebaliknya, ketika penjualan menurun, laba juga bisa turun dengan cepat.
Dengan kata lain, operating leverage menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan biaya tetap untuk menghasilkan laba yang lebih besar. Jika biaya tetap lebih dominan dibandingkan biaya variabel, maka perusahaan dikatakan memiliki operating leverage yang tinggi.
Contoh Operating Leverage
Perusahaan manufaktur, seperti industri otomotif, merupakan contoh perusahaan dengan operating leverage tinggi. Perusahaan jenis ini membutuhkan mesin, pabrik, dan peralatan bernilai besar yang menimbulkan biaya tetap tinggi, seperti penyusutan aset, gaji karyawan tetap, dan biaya overhead.
Ketika kondisi ekonomi sedang lesu dan penjualan mobil menurun, perusahaan tetap harus menanggung biaya-biaya tetap tersebut. Inilah yang membuat perusahaan dengan operating leverage tinggi lebih sensitif terhadap perubahan penjualan dibandingkan perusahaan yang biaya operasionalnya lebih fleksibel.
Komponen Utama Operating Leverage
Operating leverage terbentuk dari beberapa komponen utama, yaitu biaya tetap, biaya variabel, dan laba operasi (EBIT). Biaya tetap tidak berubah meskipun volume penjualan naik atau turun, sedangkan biaya variabel akan berubah mengikuti jumlah produksi atau penjualan. Laba operasi merupakan hasil akhir dari pendapatan setelah dikurangi seluruh biaya operasional, sebelum bunga dan pajak.
Apa Itu Financial Leverage?
Financial leverage adalah penggunaan utang atau pinjamanĀ untuk membiayai kegiatan operasional maupun investasi perusahaan. Tujuan utama financial leverage adalah meningkatkan potensi keuntungan bagi pemilik modal atau pemegang saham.
Konsep ini bekerja dengan asumsi bahwa dana pinjaman yang digunakan mampu menghasilkan pendapatan yang lebih besar dibandingkan biaya bunga yang harus dibayar. Jika kondisi tersebut tercapai, maka keuntungan perusahaan dan pemegang saham akan meningkat.
Namun, financial leverage juga mengandung risiko yang cukup besar. Jika pendapatan perusahaan tidak mampu menutup beban bunga, maka perusahaan bisa mengalami kesulitan keuangan bahkan berisiko mengalami kebangkrutan.
Secara sederhana, financial leverage berkaitan dengan struktur modal perusahaan, khususnya perbandingan antara utang dan ekuitas. Dalam laporan neraca, financial leverage tercermin pada sisi kewajiban dan ekuitas, sedangkan operating leverage lebih berkaitan dengan sisi aset.
Perbedaan Operating Leverage dan Financial Leverage
Operating leverage dan financial leverage sama-sama digunakan untuk mendorong pertumbuhan perusahaan, tetapi melalui pendekatan yang berbeda. Operating leverage fokus pada penggunaan aset dan biaya operasional tetap untuk meningkatkan laba. Sementara itu, financial leverage lebih menekankan pada cara perusahaan membiayai aset dan operasinya, apakah menggunakan utang atau modal sendiri.
Operating leverage mempengaruhi laba melalui perubahan penjualan dan biaya operasional, sedangkan financial leverage mempengaruhi laba melalui struktur pendanaan dan beban bunga. Keduanya sama-sama dapat meningkatkan keuntungan, tetapi juga dapat memperbesar risiko jika tidak dikelola dengan hati-hati.
Rasio Leverage yang Umum Digunakan
Untuk menilai tingkat leverage perusahaan, terdapat beberapa rasio keuangan yang sering digunakan.
Rasio utang terhadap ekuitas menunjukkan seberapa besar perusahaan bergantung pada utang dibandingkan modal sendiri. Jika nilainya rendah, berarti perusahaan tidak terlalu bergantung pada pinjaman.
Rasio utang terhadap aset melihat seberapa besar aset perusahaan dibiayai oleh utang. Rasio ini memberikan gambaran mengenai kekuatan aset dalam menanggung kewajiban perusahaan.
Sementara itu, rasio utang terhadap EBITDA digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi utangnya dari pendapatan operasional sebelum bunga, pajak, dan penyusutan. Rasio yang terlalu tinggi dapat menjadi sinyal risiko terhadap arus kas perusahaan.
Kesimpulan
Operating leverage dan financial leverage merupakan dua konsep penting dalam analisis keuangan perusahaan. Operating leverage menunjukkan seberapa besar pengaruh biaya tetap terhadap laba operasional, sedangkan financial leverage menggambarkan penggunaan utang dalam struktur pendanaan perusahaan.
Keduanya dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan keuntungan jika digunakan secara tepat. Namun, leverage juga membawa risiko yang tidak kecil. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengelola leverage dengan bijak, dan investor maupun kreditur harus memahami rasio leverage sebelum mengambil keputusan finansial. Dengan pemahaman yang baik, leverage dapat menjadi alat strategis untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.
Komentar