top of page

Istilah Akuntansi Penting yang Wajib Diketahui Setiap Konsultan ERP untuk Kesuksesan Proyek

Konsultan ERP sering kali mendapati diri mereka bekerja erat dengan konsep-konsep akuntansi, meskipun mereka bukan bagian dari tim Keuangan. Memahami istilah-istilah utama akuntansi dapat memberikan perbedaan besar pada bagaimana konsultan mengumpulkan kebutuhan, menguji sistem, membuat laporan, dan menyelesaikan masalah. Istilah seperti Accrual, Prepayment, GRNI, Reconciliation, dan Secondary Ledger bukan sekadar jargon—istilah-istilah ini memengaruhi bagaimana aliran data di dalam sistem ERP dan bagaimana proses bisnis dikonfigurasi.


Artikel ini menawarkan panduan referensi cepat untuk 10 istilah akuntansi penting yang wajib dimiliki oleh setiap konsultan ERP dalam perangkat kerja mereka. Mengetahui istilah-istilah ini akan membantu Anda berkomunikasi lebih baik dengan tim keuangan, menghindari kesalahpahaman, dan menyelesaikan proyek yang memenuhi kebutuhan bisnis.


1. Accrual (Akrual)


Akuntansi akrual mencatat pendapatan dan beban saat diperoleh atau terjadi, bukan saat uang tunai berpindah tangan. Bagi konsultan ERP, ini berarti memahami bagaimana sistem melacak beban atau pendapatan akrual yang belum dibayar atau diterima.

Contoh: Sebuah perusahaan menerima layanan di bulan Desember tetapi baru membayar fakturnya di bulan Januari. Beban tersebut harus dicatat pada akun bulan Desember untuk mencerminkan posisi keuangan yang sebenarnya.

2. Prepayment (Prabayar/Pembayaran di Muka)


Prepayment adalah beban yang dibayar di muka untuk barang atau jasa yang akan diterima di kemudian hari. Sistem ERP sering kali memerlukan penanganan khusus untuk pembayaran di muka ini guna memastikan beban tersebut diakui secara tepat seiring berjalannya waktu.

Contoh: Membayar premi asuransi 12 bulan di muka berarti beban tersebut harus disebar sepanjang tahun, bukan dicatat sekaligus pada satu waktu.

3. GRNI (Goods Received Not Invoiced / Barang Diterima Belum Ditagih)


GRNI merujuk pada barang yang telah diterima tetapi belum ditagih fakturnya oleh pihak pemasok (supplier). Hal ini penting untuk mencocokkan pesanan pembelian (purchase orders), tanda terima, dan faktur di dalam sistem ERP untuk memastikan pelaporan keuangan yang akurat.

Contoh: Sebuah gudang menerima inventaris di bulan Maret, tetapi faktur dari pemasok baru tiba di bulan April. Sistem ERP harus melacak hal ini untuk menghindari kesalahan pencatatan liabilitas (kewajiban).

4. Reconciliation (Rekonsiliasi)


Rekonsiliasi adalah proses membandingkan dua set catatan untuk memastikan keduanya sesuai dan selaras. Konsultan ERP sering kali bekerja sama dengan tim keuangan untuk merekonsiliasi rekening koran bank, buku besar pembantu (sub-ledgers), dan buku besar (general ledgers).

Contoh: Mencocokkan rekening koran bank dengan buku besar kas ERP untuk mengidentifikasi adanya ketidaksesuaian seperti transaksi yang terlewat atau kesalahan pencatatan.

5. Secondary Ledger (Buku Besar Sekunder)


Buku besar sekunder adalah buku besar tambahan yang digunakan berdampingan dengan buku besar utama untuk memenuhi persyaratan pelaporan atau regulasi tertentu. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menyimpan catatan akuntansi secara paralel.

Contoh: Sebuah perusahaan mungkin menggunakan buku besar sekunder untuk melaporkan keuangan sesuai dengan standar akuntansi lokal, sementara buku besar utamanya mengikuti standar internasional.

6. Chart of Accounts (Bagan Akun)


Chart of accounts adalah daftar terstruktur dari semua akun yang digunakan di dalam buku besar. Konsultan ERP perlu memahami bagaimana susunan akun diatur untuk dapat mengonfigurasi modul keuangan dengan benar.

Contoh: Akun-akun dikelompokkan ke dalam kategori seperti aset, liabilitas, ekuitas, pendapatan, dan beban untuk memudahkan pelaporan dan analisis.

7. Trial Balance (Neraca Saldo)


Trial balance adalah laporan yang mencantumkan semua akun buku besar beserta saldonya pada titik waktu tertentu. Laporan ini membantu memverifikasi bahwa total debit seimbang dengan total kredit.

Contoh: Sebelum melakukan tutup buku, tim keuangan menjalankan neraca saldo untuk memeriksa jika ada kesalahan pada entri jurnal.

8. Journal Entry (Entri Jurnal)


Entri jurnal mencatat transaksi keuangan di dalam sistem ERP. Para konsultan sering kali mengatur konfigurasi bagaimana entri jurnal ini dibuat, disetujui, dan di-posting.

Contoh: Mencatat beban penyusutan setiap bulan memerlukan entri jurnal otomatis untuk memperbarui nilai aset dan beban.

9. Deferred Revenue (Pendapatan Ditangguhkan)


Deferred revenue adalah uang yang diterima sebelum barang atau jasa dikirimkan. Uang ini dicatat sebagai liabilitas hingga pendapatan tersebut benar-benar telah diperoleh/dilaksanakan.

Contoh: Sebuah perusahaan perangkat lunak menerima biaya langganan tahunan di muka, namun mengakui pendapatannya secara bulanan seiring dengan disediakannya layanan tersebut kepada pelanggan.

10. Cost Center (Pusat Biaya)


Cost center adalah departemen atau unit dalam suatu organisasi di mana biaya-biayanya dilacak secara terpisah. Konsultan ERP membantu menyiapkan pusat biaya untuk memungkinkan pelacakan pengeluaran dan penganggaran secara mendetail.

Contoh: Departemen Pemasaran dan TI masing-masing memiliki pusat biaya mereka sendiri untuk memantau pengeluaran dan mengontrol anggaran masing-masing.

 
 
 

Komentar


Infinite-ERP

Transform Your Business Processes

Kantor Pusat

KHALEEFA CAMP Batam

Ruko Bukit Sentosa Blok C No.05

Kel. Mangsang, Kec. Sungai Beduk

Kota Batam, Kepulauan Riau

Indonesia 29437

Phone: +62 821-7400-7804

Development Office

KHALEEFA CAMP Magetan

Jalan Sawah No.01 RT.09 RW.02

Desa Klagen Gambiran, Kecamatan Maospati

Kabupaten Magetan, Jawa Timur 63392
Phone: +62 821-7400-7804

Pertanyaan Umum:

sales@infinite-erp.co.id

Layanan Pelanggan:

support@infinite-erp.co.id

Quick Links

Syarat & Kondisi

Kebijakan pribadi

Ikuti kami

Daftar untuk mendapatkan berita dan update terbaru dari Infinite-ERP.

Thank You for Subscribing!

LinkedIn

Facebook

Twitter

© 2021 Infinite-ERP. Seluruh hak cipta.

bottom of page